January 11th, 2009 by catur

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?” Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya,” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”
“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya,” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.” Kita harus meninggalkan beban kita secara periodic, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban tersebut.”

“Bukan beban berat yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.” Stephen Covey.

8 Responses to “Manajemen Stress by Stephen Covey”

  1. Ooo…
    Ternyata….
    Too strong for too long is not a good thing too ya?
    Thats why we need a space sometimes…
    and somebody to talk with maybe…?
    kata Emak saya together is easier…

  2. Emak Lu nge-Fans sama Obama kalee ya. Kan, slogannya Obama “Yes, We Can”. Kalo Partai Demokrat “Together We Can Do It”

  3. Pak Catur Nyaleg tho Pak?
    Dapil Mana…?

  4. Belum saatnya Nyaleg. Nunggu situasi kondusif dan bersih. Masih berguru di lereng gunung Lawu 😛

  5. sebenarnya seberapa berat dampak stress bila kita pikul terlalu lama ?

  6. apakah stress dapat menurunkan motivasi ?
    atau hanya sesuatu yang mungkin tekanan…..

  7. Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dapat memberikan beban tersendiri bagi pelakunya, baik beban fisik, mental, maupun sosial. Agar stress akibat kerja yang dialami tersebut tidak berdampak negatif, bahkan berubah menjadi bersifat positif, secara intern perlu adanya upaya pengendalian secara intensif. Dari sisi eksternal, disarankan agar dilakukan upaya sistematis untuk mengeliminasi potential stressor di lingkungan kerjanya, seperti: (1) memberikan kesempatan kepada karyawan untuk melakukan refreshing fisik dan mental; (2) memberikan tambahan insentif secara khusus sebagai bentuk kompensasi atas besarnya beban kerja; dan (3) menciptakan iklim lingkungan kerja yang kondusif melalui penyediaan keperluan atau fasilitas yang diperlukan.
    Beberapa penelitian menunjukan bahwa stres kerja (konflik kerja, beban kerja, waktu kerja, karakteristik tugas, dukungan kelompok dan pengaruh kepemimpinan) berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja seseorang.
    Agar dampak stress kerja tidak berlarut-larut, diperlukan upaya pengendalian diri sejak dini atas kondisi tersebut, agar beban atas pekerjaan yang diembannya tidak dirasakan sebagai hambatan dalam konteks pengembangan diri dan profesi, tetapi justru sebaliknya menjadi pemicu bangkitnya motivasi kerja.

  8. pak2…
    kalo ada filosofinya stephen covey laen kbari yaw.
    tengkyu.

Leave a Reply