February 17th, 2009 by catur

As iron sharpens iron, so one man sharpens another

Mengendalikan orang lain hanya menunjukkan sebagian kebaikan karakter kita. Lao Tsu, filsuf Cina, pernah mengatakan, ”Menundukkan orang lain membutuhkan tenaga. Menundukkan diri kita sendiri membutuhkan kekuatan.” Ternyata lebih mudah bagi kita untuk menundukkan orang lain daripada menundukkan diri sendiri. Seperti kita ketahui bahwa salah satu anugerah Tuhan kepada manusia adalah kesadaran diri (self awareness). Hal ini berarti kita memiliki kekuatan untuk mengendalikan diri. Kesadaran diri membuat kita dapat sepenuhnya sadar terhadap seluruh perasaan dan emosi kita. Dengan senantiasa sadar akan keberadaan diri, kita dapat mengendalikan emosi dan perasaan kita.
Namun seringkali kita ”lupa” diri, sehingga lepas kendali atas emosi, perasaan dan keberadaan diri kita. Oleh karena itu agar dapat mengendalikan dan menguasai diri, kita harus senantiasa membuka kesadaran diri kita melalui upaya memasuki alam bawah sadar (frekuensi gelombang otak yang rendah) maupun suprasadar melalui meditasi.

MENGAPA KITA PERLU MENINGKATKAN KESADARAN DIRI ?
1. Musuh Terbesar Kita Adalah Diri Sendiri
Banyak hal yang dapat membuat kita lengah dan kurang waspada. Terjebak dalam rutinitas, berada di zona nyaman atau sikap yang terlalu bergantung pada orang lain. Hal itu membuat kita tidak siap menghadapi situasi darurat atau perubahan yang mendadak. Sebaliknya, sikap ambisi tak terkendali juga bisa membuat lupa diri dan berakibat fatal.
2. Situasi Di Sekitar Kita Berubah Setiap Saat
Kehidupan kita bagaikan orbit alam semesta. Ketika bumi berputar pada porosnya, ia juga beredar mengelilingi matahari. Hidup kita berubah, situasi di sekitar juga berubah. Hidup adalah perubahan dan hidup adalah perjuangan. Perubahan selalu membawa dinamika dan perjuangan selalu membutuhkan kewaspadaan. Perubahan bisa menjadi sebuah kemajuan, jika diwaspadai dan disikapi dengan positif. Tapi perubahan akan menjadi musuh dan penghambat bagi kita yang tidak pernah mengantisipasi dan mewaspadainya.
3. Kesadaran Diri Membangun Rasa Tanggung Jawab
Kesadaran diri berarti mengetahui dengan tepat apa yang sedang kita alami. Kesadaran diri menimbulkan respons dan sikap antisipasi. Sehingga kita mempersiapkan diri dengan baik menghadapi situasi yang sedang dan yang akan terjadi. Kesadaran diri secara positif membangun sikap tanggung jawab dalam diri kita. Hanya seorang yang bersedia mengambil tanggung jawablah yang mampu memenangkan peperangan.

BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KESADARAN DIRI ?
1. Mengenali kekuatan dan kelemahan pribadi.
2. Melatih kepekaan untuk memahami situasi.
3. Belajar berkonsentrasi dan bersikap fokus.
4. Selalu mengevaluasi diri dan kondisi di sekitar kita.
5. Memiliki nilai-nilai pribadi sebagai tolak ukur kehidupan.

Melalui pengendalian emosi, penguasaan diri dan kedisiplinan kita dapat lebih memahami diri kita dan bagaimana cara memanfaatkan potensi luar biasa dalam diri kita sehingga kita menjadi manusia yang lebih cerdas secara spiritual. Namun, semua ini tidak akan ada artinya jika kita tidak melakukan sesuatu. Kita harus melakukan sesuatu untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan berkualitas, karena hanya kita sendiri yang dapat mengubah kehidupan kita.

9 Responses to “KESADARAN DIRI”

  1. Berat…berat…ck..ck..ck..
    As Iron Sharpen iron,
    So, One Man shaRpens another,
    Question : Would U plz Stand by Me? :)

  2. Answer is : Just as long as you stand up

  3. bagus banget Pak Catur boleh saya posting?

  4. saya kurang sependapat dengan statement bahwa musuh terbesar adalah diri sendiri. diri kita perlu dicintai dan diterima adanya. memang ada pertentangan anta kehendak sadar untuk bergerak maju dan ada pula bagian diri yang tidak sependapat dengan kehendak sadar. ini disebut dengan konflik diri.tetapi, jika konflik ini dapat diredakan dan dinetralisir atau bahkan didamaikan, maka tidak ada lagi pertentangan di dalam diri. prinsipnya semakin bagian bagian diri selaras semakin seseorang merasakan kedamaian, dan mudah dalam peruwujudan prestasi dan semua hal positif lainnya.bgitu juga sebaliknya, semakin dimusuhi bagian diri seseorang semakin ia menghambat kemajuan diri seseorang itu.

  5. Memang demikian. Namun, tidak dipungkiri bahwa secara kodrati manusia dilahirkan dengan membawa dua sisi yang berbeda. Ada baik ada buruk, ada kiri ada kanan. Kuncinya adalah pada PENGENDALIAN DIRI. Dalam konteks ini, berarti kita pengendalian EMOSI dan FISIK. EMOSI yang terkendali akan mampu menggerakkan aspek JASMANI sehingga apa yang dikerjakan diharapkan selalu bermakna POSITIF.

  6. kesadaran yang paling penting adalah dimana kita bisa menyadari bahwa kita diciptakan untuk hidup dan memajukan kehidupan

  7. sungguh sulit untuk bisa mengendalikan diri kita sendiri….yang seharusnya kita bisa lebih mengontrol diri kita dari pada orang lain.Tetep semangat n berusaha mencintai diri sendiri…

  8. Setuju sekali, seperti apapun kesadaran diri tersebut dan sejauh manapun kesadaran diri tersebut jauh lebih baik dari segala sesuatu yg ada pada diri setiap manusia hidup( bahkan untuk mereka yg sudah meninggal sekalipun hanya berpegang atas kesadaran diri yg sanggup di perolehnya sewaktu hidup )
    Karena setiap Manusia tersebut sudah dan selalu memiliki Kesadaran Diri tersebut. hanya persoalanya adalah Kesadaran Diri yg seperti apa kiranya,Kesadaran diri yg sejauh mana kiranya, demikianlah maka hidup manusia bisa jauh lebih baik dan lebih baik lagi adanya,sekalipun sudah demikian baiknya, dan sebaliknya Karena kesadaran Diri juga jika kehidupan manusia tersebut akan menjadi jauh lebih hancur dan lebih hancur lagi adanya, sekalipun sudah demikian hancurnya, alam bisa membuat kehancuran dan kebaikan atas dunia ini tapi kehancuran dan kebaikan tersebut masih jauh dari apa yg telah diperbuat manusia, kita cari titik tolak atas dunia yg baru tersebut dengan segala sesuatunya yg akan menjadi jauh akan lebih baik dan lebih baik lagi adanya, untuk kita semua.

  9. kayak semua baiktu yang penting jangan memaksakan diri dalam pengendalian diri menggunakan otak salah salah skopat serttakan tuhan/allah dalam usaha pengendalian diri karena semua atas kehendak allah jadi akan nyaman dan anak tnpa ada pemaksaan diri kita sendiri bukankah kita hamba yg tiada daya dan upaya melainkan allah yh kuasa

Leave a Reply