March 21st, 2009 by catur

“I have never known a man who was sensual in his youth, who was high-minded when old” (Charles Sumner)

Thomas Alfa Edison seorang penemu bohlam, adalah orang yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formalnya karena dianggap tidak mampu dan dianggap berbeda dengan orang kebanyakan. Namun berkat dorongan ibunya dan keinginanannya yang kuat untuk belajar akhirnya ia bisa menciptakan bola lampu pijar, yang sampai sekarang hasil ciptaannya tersebut dapat dinikmati oleh hampir semua orang didunia ini.
Syeikh Ahmad Yassin, seorang pemimpin spiritual Hamas adalah seorang yang buta dan juga tuli. Syeikh ini sampai di akhir hayatnya tidak pernah lelah untuk terus mengobarkan semangat perlawanan kepada kaum zionis dan kemudian mampu menggerakkan para pemuda, ibu-ibu, bahkan anak-anak untuk menjemput syahid.
Bilal bin Rabah, seorang sahabat Rasulullah SAW dari kalangan budak berkulit hitam, ia tidak pernah merasa rendah diri dengan fisiknya. Bahkan Rasulullah SAW pun telah mendengar terompahnya di surga. Subhanallah, orang yang masih hidup di dunia pada saat itu, namun langkah terompahnya sudah terdengar berada di surga.

Kenapa orang-orang yang nampak secara fisik lemah dan tidak tampak kelebihan apa-apa ini bisa menjadi begitu unggul? Satu hal yang harus kita pahami bahwa mereka meyakini bahwa mereka adalah yang terunggul. Kenapa demikian, karena dari awal kita tercipta di dunia ini memang sudah unggul. Dari jutaan sel sperma yang berebut membuahi sel telur, ternyata kitalah yang terunggul, kitalah yang kemudian menjadi manusia. Kitalah yang terlahir dengan sempurna dan berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Ini sudah menunjukkan bahwa betapa unggulnya kita.

Pribadi yang unggul adalah mereka yang tahu secara persis potensi apa yang mereka miliki, dan dengan kemampuan yang optimal, mereka mampu menggerakkan setiap elemen yang bergerak disekitarnya itu. Yang tersulit adalah bagaimana kita dapat menemukan potensi unggul yang terdapat pada diri kita masing-masing. Sadarilah, bahwa saat ini kita terlahir dengan kesempurnaan, tidak hanya satu keunggulan yang bisa kita buat, ada banyak keunggulan yang bakal tercipta. Selain itu, turutlah berbahagia dengan keunggulan orang lain, karena dengan seperti itu kita tetap bisa menjaga ruang kita untuk terus meningkatkan kemampuan diri.

Bila ingin menjadi pribadi yg unggul baik dalam kehidupan sosial maupun di pekerjaan, anda harus mau untuk belajar sesuatu guna meningkatkan pengetahuan anda. Selain itu anda harus bisa untuk menjadi manusia yg bijak dan bertanggung jawab, serta tidak malu untuk mengakui kesalahan/berjiwa besar. Tetaplah terus belajar, dan jangan pantang menyerah dalam segala usaha selama tidak bertentangan dengan agama, hukum, norma-norma kesusilaan serta tidak merugikan orang lain.

Semakin anda banyak belajar, semakin anda pandai dan menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan lebih unggul dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu sama sekali.

Jadilah manusia seutuhnya,….
-manusia yang diberi hati dan fikiran, lalu mau berfikir dan merasakan kebenaran,…
-manusia yang diberi pendengaran dan mau mendengarkan kebaikan,….
-manusia yang diberi penglihatan dan menggunakannya untuk melihat yang benar,
-manusia yang diberi aturan, dan mau mengikuti aturan demi keteraturan

Jadilah orang yang bisa menghargai orang lain. Selalu berpikir positif, selalu bijaksana dalam menghadapi setiap problema yang ada pada diri kita maupun lingkungan kita.

“Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf 87)

Leave a Reply