May 23rd, 2009 by catur

Suatu hari raut wajah Rasululah tampak berseri-seri. Tak lupa beliau menampakkan senyumnya sampai kelihatan kilau gigi putihnya.
Maka Umar bertanya ada apa gerangan. “Kulihat ada dua orang dari ummatku yang mendatangi Allah ‘Azza wa Jalla.
Yang satu berkata, ‘Ya Rabby, hukumlah orang ini yang telah mengambil hak dan menganiayaku di dunia.’ Lalu Allah memerintahkan kepada si zhalim  tersebut agar mengembalikan haknya.
‘Ya Rabbi,’ kata si zhalim, ‘aku tidak lagi memiliki simpanan perbuatan baik yang bisa menggantikan haknya.’
‘Dia sudah tidak memiliki sisa-sisa perbuatan baik untuk menggantimu, lalu apa yang kau harapkan darinya?’ kata Allah kepada satunya.
‘Ya Rabbi, pindahkan kepadanya dosa-dosaku. Biar dia yang memikulnya,’ katanya.”
Tiba-tiba air mata Rasulullah mengalir membasahi pipinya karena mengenang hari-hari yang maha dahsyat itu.
Beliau berkata, “Hari itu adalah hari-hari yang maha dahsyat, hari di mana setiap orang berusaha untuk melepaskan setiap beban dosa yang dipikulnya.”
“Kemudian Allah berkata kepada si teraniaya, ‘Wahai Fulan, angkat pandanganmu dan lihatlah surga-surga yang tersedia.’
‘Ya Rabbi, saya lihat negeri-negeri yang terbuat dari perak dan istana-istana dari emas yang terhias indah dengan mutiara-mutiara yang berkilauan.
Apakah semua itu kau persiapkan untuk Nabi dan Rasul-Mu, para siddiqin dan orang-orang yang syahid?’ ‘Tidak,’ kata Allah.
‘Semua itu Kusiapkan bagi siapa saja yang sanggup membelinya.’
‘Siapakah mereka ya Rabbi?’
‘Engkau juga mampu memilikinya.’
‘Bagaimana caranya?’
‘Dengan memaafkan saudaramu itu.’
‘Kalau begitu, aku maafkan dia ya Rabbi.’
‘Ambillah tangan saudaramu itu dan masuklah kalian ke dalam surga yang Kujanjikan.’”
Kemudian Nabi mengakhiri kisah ini dengan pesan sabdanya, “Bertaqwalah kamu kepada Allah dan berbuat baiklah dalam hubungan antar sesama. Sungguh Allah swt akan mendamaikan antara orang-orang yang beriman kelak pada hari kiamat.”

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang , Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (Ali Imran : 133-134)

2 Responses to “Mau masuk surga ?”

  1. Sungguh Allah SWT akan mendamaikan antara orang-orang yang beriman kelak pada hari kiamat. Kalimat ini sungguh membuat ayem, bagaimana tidak, dunia sekarang ini penuh dengan sikut-sikutan, ada orang yang mudah minta maaf dan ada orang yang mudah memaafkan, tapi ada juga yang sebaliknya. Menurutq pintu surga itu banyak, semoga saja ada pintu surga yang terbuka untuk my family…Amiin. Lha besuk itu hanya ada 2 pilihan je, tiket ke surga atau ke neraka. Yo pilih surgane..

  2. Matur nuwun bu, sudah berkenan mampir di blog saya.

Leave a Reply