June 18th, 2009 by catur

Ya Ghaffar, ya Rahim
Kau titipkan seorang gadis kecil ini pada kami
Kau amanatkan diri mereka pada lindungan kasih-sayang kami
kau percayakan jiwa mereka pada bimbingan ruhani kami
Kau hangatkan tubuh mereka dengan dekapan cinta kami

Tuhan kami, kami telah sia-siakan kepercayaan-Mu
kesibukan telah menyebabkan kami melupakan amanat-Mu
hawa nafsu telah menyeret kami untuk menelantarkan buah hati kami
tidak sempat kami gerakkan bibirnya untuk berzikir kepada-Mu
tidak sempat kami tuntun dia untuk membesarkan asma-Mu
tidak sempat kami tanamkan dalam hatinya kecintaan kepada Nabi-Mu

Kami berlomba mengejar status dan kebanggaan
meninggalkan anak kami dalam kekosongan dan kesepian
Kami memoles wajah-wajah kami dengan kepalsuan
membiarkan anak kami meronta dalam kebisuan
Kami terlena memburu kesenangan
sehingga tak kami dengar lagi mereka menangis manja
sambil memandang kami dengan pandangan cinta
seperti dulu, ketika mereka mengeringkan air mata mereka
dalam kehangatan dada-dada kami

Dosa-dosa kami telah membuat anak-anak kami
menjadi pemberang, pembangkang, dan penentang-Mu
Dosa-dosa kami telah membuat hatinya keras, kasar, kejam, dan tidak tahu berterima kasih
Sebelum Engkau ampuni dia, Ya Allah ampunilah lebih dahulu dosa-dosa kami

Ya Allah, berilah kami peluang untuk mendekap tubuhnya dengan dekapan kasih sayang kami
berilah kami waktu untuk melantunkan pada telinganya ayat-ayat Alquran dan Sunnah Nabi-Mu

Berilah kami kesempatan untuk sering menghadap-Mu
dan memohon kepada-Mu seusai salat kami
untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan anak-anak kami
Indahkan kehidupan kami dengan kesalehan anak-anak kami

ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
ke tepian yang sejahtera dan abadi

2 Responses to “I am not a perfect father…”

  1. Jadi terharu. Nampaknya banyak diantara kita melakukan hal yang sama. Dibutakan oleh kesibukan duniawi, hingga melupakan aqidah anak2 kita.
    Ampuni kami, ya Rabb..

  2. Saya juga terharu…
    Sebenarnya agama kita sudah memanaj tugas dengan baik. Tugas dalam negri kaum hawa, sedangkan tugas luar negri kaum adam… Akan tetapi peradaban kehidupan ini telah bergeser dari dunia ke dunia, tiada henti dan cepat berlalu. Sayapun merasa bukanlah seorang ibu yang baik, karena saat bekerja meninggalkan anak-anak, dan sayapun bukan pekerja yang baik karena sering meninggalkan pekerjaan demi keluarga. Dosane…okeh…nggih. Semoga suami dan anak memaafkan, semoga kolega juga memaafkan, demikian pula Alloh Dzat Maha Pengampun, mengampuni kekhilafan hambaNya ini. Amiin

Leave a Reply