July 3rd, 2009 by catur

Tidak semua orang bisa menikmati enaknya minuman dingin dan es krim, malah kalau bisa cenderung dihindari. Alasannya? Gigi terasa ngilu tajam saat bersentuhan dengan air es yang dingin. Pada sebagian orang, gigi juga bisa terasa ngilu saat terkena tiupan angin, atau saat berkontak dengan makanan yang asam. Hal ini sering kali dianggap angin lalu, dan penderita jarang datang ke dokter gigi untuk mengatasinya karena mereka menganggap ini bukan masalah  kesehatan yang serius.
Di kalangan kedokteran gigi, fenomena ini dikenal dengan dentin hipersensitivity. Tidak setiap rasa ngilu disebabkan oleh hipersensitivitas. Karies (lubang gigi) yang mencapai dentin juga dapat menimbulkan keluhan ngilu saat gigi berkontak dengan makanan/minuman dingin atau manis dan asam. Selain itu bisa juga karena gigi patah, karies sekunder yang terjadi di bawah tambalan.
Gigi ngilu bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya gigi berlubang, gigi sensitif, dan resesi gingiva (gusi).

teeth

Nah, sebenarnya masih perlu ditelusuri lagi rasa ngilunya. Kapan terasa ngilu? apakah saat ada rangsang seperti minum dingin/ manis/ asam? atau tidak terkena rangsang apapun juga ngilu?  Lalu apakah pada gigi-gigi tersebut ada yang berlubang?
Bila ngilu terjadi saat terkena rangsang, dan gigi geligi dalam keadaan baik (tidak berlubang) kemungkinan besar mimi mengalami resesi gingiva atau keadaan dimana gusi yang menutupi akar gigi mulai aus, atau terbuka. Bagian akar gigi yang seharusnya tertutup gusi ini lebih sensitif daripada bagian mahkota. Oleh sebab itu kita merasa ngilu. Resesi gingiva paling sering disebabkan karena cara menyikat gigi kita yang salah, terlalu keras, dengan arah horisontal, atau bulu sikat yang terlalu kasar.

Untuk mengatasinya Anda bisa menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif, atau konsultasi dengan dokter gigi. Biasanya dokter akan menambal bagian akar yang terbuka atau mengaplikasikan fluoride.

Pencegahan dentin hipersensitif
Bahan makanan yang bersifat erosif seperti buah-buahan yang asam, jus buah yang asam, dan minuman beralkohol memegang peranan dalam dentin hipersensitif. Asam yang timbul dari lambung pada orang dengan masalah pencernaan juga rentan untuk mengalami dentin hipersensitif. Selain itu, menyikat gigi dengan pasta gigi yang abrasif juga dapat mengabrasi permukaan dentin di daerah leher gigi. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk menyikat gigi langsung setelah mengkonsumsi makanan/minuman yang asam untuk mengurangi efek merusak dari asam dan abrasi. Sebaiknya diberi jeda waktu antara 2-3 jam. Menyikat gigi juga tidak perlu dengan tekanan berlebihan dan lakukan dengan arah vertikal dari atas ke bawah.

teeth2

Perawatan dentin hipersensitif
Perawatan dentin hipersensitif dapat dilakukan sendiri di rumah atau oleh dokter gigi di tempat praktek.
a. Perawatan di rumah
Pasien dapat mengurangi hipersensitivitas dentin di rumah dengan menggunakan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung bahan aktif tertentu. Sebagian besar pasta gigi desensitisasi yang beredar di pasaran saat ini mengandung potassium salt seperti potassium nitrate, potassium chloride, atau potassium citrate. Konsumen dituntut jeli dalam memilih bahan pasta gigi yang mengklaim dapat mengurangi gigi hipersensitif. Telah dilakukan penelitian yang menguji efektifitas pasta gigi yang mengandung potassium citrate. Ion potassium diyakini dapat berdifusi ke tubuli dentin dan mengurangi kemungkinan terstimulasinya syaraf, sehingga hipersensitivitas dentin berkurang. Banyak pasta gigi yang juga mengandung bahan aktif lain seperti fluoride dan bahan antiplak.
Aplikasi fluor topikal membuat adanya penghalang di permukaan gigi dengan terbentuknya presipitat kalsium florida (CaF2) sehingga tubuli dentin tertutup. Akibatnya hipersensitivitas dentin dapat berkurang.
Cara menyikat gigi juga patut diperhatikan. Kebanyakan orang banyak berkumur-kumur setelah menggosok gigi. Sebetulnya kumur-kumur tidak perlu terlalu banyak karena kumur dengan air  dapat menyebabkan bahan aktif menjadi larut dan terbuang dari mulut sehingga efektifitas dari pasta gigi menjadi berkurang.

b. Perawatan oleh dokter gigi
Untuk mengurangi dentin hipersensitif, dokter gigi mengaplikasikan bahan desensitisasi yang tujuannya untuk menutup tubuli dentin sehingga mengurangi hipersensitifitas. Bahan tersebut dapat mengandung fluoride, atau potassium nitrate, atau bahan aktif lainnya. Namun, agen desensitisasi tersebut biasanya tidak bertahan terlalu lama, efeknya hanya sementara.
Selain itu bisa juga dilakukan perawatan dengan menggunakan bahan adhesive termasuk varnish, atau bagian dentin yang terbuka di daerah leher dan akar gigi ditutup dengan bahan tambal.

disarikan dari berbagai sumber

5 Responses to “Gigi ngilu ? Aduhh…nggak enak ya..?”

  1. Harusnya dirimu ngambil kuliah lagi khusus soal gigi di UNTUMU (Universitas Tugu Muda)….

  2. Halah…Obate opo yo bu supaya tidak ngilu ?

  3. Q mw tnya,klo gigi patah tuh bsa tumbuh lg ga y?umur qu 15th,gara2 patah jd ngilu bgt klo minum es,solusi’y apa y? Tolong dong..

  4. Q mw tnya,klo gigi patah tuh bsa tumbuh lg ga y?umur qu 15th,gara2 patah jd ngilu bgt klo minum es,solusi’y apa y? Tolong dong..

  5. Makasih boss atas infonya, kebetulan pas lagi ngillu nih skrg gigi grahamku :((

Leave a Reply