April 29th, 2010 by catur

Pria yang sudah berkeluarga pada umumnya mempunyai karakter dan perilaku yang stabil dibandingkan mereka yang belum menikah, mereka mempunyai kontrol emosi yang baik dan terlatih. Perilaku yang lebih terarah dan “mempesona” ini kadang membuat beberapa wanita muda yang belum menikah seakan-akan melihat pria yang ideal, tak lain adalah pengalaman-pengalaman ini diperoleh hasil belajar secara terus menerus dalam berkeluarga. Pria belajar untuk menempatkan dirinya untuk mengenal pasangannya (wanita) sebaik-baiknya agar ia dapat diterima cinta dan kasih-sayangnya kepada istri dan anak-anaknya.

Pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari hasil belajar tersebut membuat pria terlihat cool dalam menghadapi wanita lainnya. Ia lebih pintar menempatkan wanita berdasarkan kebutuhan dan keinginan-keinginan wanita pada umumnya.

Banyak remaja atau gadis yang belum menikah jatuh cinta dengan pria yang telah berisitri. Bagi mereka, pria yang telah menikah dianggap jauh lebih dewasa dibandingkan dengan pria yang masih lajang. Pria yang telah menikah dianggap jauh lebih matang dalam memperlakukan pasangannya. Sikap-sikap dan tindakan pun dianggap sesuatu yang baru oleh wanita yang belum menikah, karena tidak ditemui pada pria yang masih lajang. Pria yang sudah menikah dapat menempatkan posisi wanita sebagaimana mestinya, demikian kata mereka.
 

“Ia adalah pria yang romantis, ia memperlakukanku seperti benar-benar seorang wanita, ia sangat menghormatiku, sikapnya begitu lembut dan benar-benar membuatku tersanjung”.

Tidak dapat dipungkiri kenyataan bahwa memang pria yang telah beristri mempunyai kelebihan-kelebihan yang barangkali sukar ditemukan pada pria yang masih lajang. Beberapa alasan yang dianggap sebagai suatu kelebihan pada pria yang telah beristri yang di sukai oleh wanita yang lajang;
(1) Lebih dapat mengontrol emosinya, (2) Pengalaman dalam menghadapi wanita (3) Lebih tenang (4) Perhatian (5) Kasih sayang (6) dan Cinta

Pria beristri mempunyai pengalaman-pengalaman yang sebelumnya telah terbentuk bersama istrinya. Pria tidak akan menggunakan kesempatan dari pengalaman-pengalaman yang diperolehnya untuk mencari simpatik dari wanita lain. Pria yang mencintai istrinya memperlakukan teman wanitanya secara berbeda. Ia memisahkan setiap tindakannya antara kedua wanita tersebut.

Pria mempelajari bentuk konflik yang muncul pada saat ia memutuskan sikap atau tindakan yang perlu dilakukannya untuk meredam konflik. Bila tindakan tersebut tidak sesuai seperti diharapkan atau malah tidak dapat mengendalikan arah konflik, ia akan mengubah pada strategi yang lain. Hanya saja, komunikasi antara suami dan istri yang tidak peka, hal-hal tersebut jarang dapat terbaca oleh keduanya. Pria akan merekam respon dari sikap-sikap yang diambil atau ditunjukkan oleh istrinya.

Pria tidak akan pernah mengungkapkan perasaan-perasaannya ketika ia berusaha melawan konflik yang belum terselesaikan, ia tidak akan memulai pembicaraan kenapa konflik tersebut dapat muncul, dengan logika, mereka mempertimbangkan masalah tersebut bermanfaat atau tidak dengan berbagai alasan yang telah dipertimbangkannya. Pria akan terus mengarahkan pemikirannya pada pemecahan masalah. Berbeda dengan wanita, ia tidak mempermasalahkan suatu konflik yang terbentuk, atau suatu rencana yang tersusun secara sistematis untuk memecahkan masalah tersebut. Pada saat yang sama, dalam pikiran wanita, ia hanya ingin mengetahui bagaimana perasaan pria saat konflik itu muncul, kenapa kau lakukan itu? Apakah kau benar-benar mencintaiku? Apa yang kau pikirkan?

Disinilah peran komunikasi yang sangat penting untuk mempertemukan kedua sisi yang berbeda itu dalam satu pengertian dan saling menerima kedua pasangan cinta tersebut. Pria akan terus memperbaiki dirinya dalam menghadapi wanita. Ia akan mempelajari bagaimana bersikap yang terbaik dalam menghadapi istrinya, ia akan mengubah strategi tersebut bila strategi awal dianggap tidak bermanfaat, ia jadi lebih tahu apa yang tidak perlu dan apa yang bermanfaat dalam situasi tertentu, dan kontrol emosinya pun menjadinya lebih baik dan lebih tenang. Bila ia tidak mempunyai kesempatan untuk memperbaiki dirinya ia akan menggunakan kesempatan tersebut pada teman wanitanya, ini bagi mereka bukanlah suatu awal perselingkuhan, pria hanya mencoba metode barunya itu berhasil atau tidak, dalam situasi seperti itu pria akan menganggap sebagai suatu kondisi pembelajaran buatnya. Saat-saat seperti inilah pria yang telah beristri dianggap perfect dimata wanita yang masih lajang, akibatnya wanita itu semakin terperosok kedalam perasaan-perasaan emosinya.
 
Tepatkah alasan cinta dibenarkan mencintai pria yang telah beristri?

Jawabnya adalah TIDAK! Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan bagi Anda untuk mencintai mereka. Bagi Anda yang mungkin mulai terlibat asmara dengan mereka, segera tinggalkan hubungan Anda, jauhkan perasaan Anda padanya. Pihak konseling yakin bahwa suatu konflik dalam pernikahan dapat diselesaikan, telah menjadi tujuan dari konseling keluarga dan perkawinan untuk menyelamatkan perkawinan dari perceraian. Tidak ada satupun alasan dari Anda yang dapat diterima sebagai alasan Anda untuk mencintai pria yang telah beristri.
Ayo kita temukan alasan-alasannya;

  1. Anda terlibat asmara dengan pria beristri berarti Anda telah membentuk konflik atau malah sebagai sumber konflik rusaknya rumah tangga orang lain. Tidak ada alasan bagi Anda untuk membenarkan tindakan Anda bahwa pada dasarnya hubungan mereka (antara suami dan istrinya) sudah retak atau dalam konflik berkepanjangan yang sudah tidak dapat diperbaiki. Anda tidak punya hak untuk menilai istrinya tidak baik dan sebagainya. Bila Anda nekat mempertahankan hubungan Anda, berarti Anda telah ikut merusak kebahagian rumah tangga orang.
  2. Bila Anda terlibat asmara dengan pria beristri, berarti Anda telah menambah beberapa musuh sepanjang hidup Anda. Pikirkan, bila Anda dianggap sebagai perusak rumah tangga orang lain berapa orang akan membenci Anda?
  3. Bila Anda mencintainya berarti Anda telah membentuk diri Anda sebagai korban dari perasaan Anda sendiri. Bagaimana Anda meyakini perasaan Anda sendiri bila pria yang Anda cintai dapat mencintai dan menerima Anda? Bagaimana cinta terhadap istrinya? anaknya? Apakah Anda benar-benar cocok untuk hidup dengannya?
  4. Kenapa pria berselingkuh? Salah satu faktor penyebabnya adalah masalah seksual. Pria mempunyai libido seksual yang tinggi dibandingkan wanita. Pria lebih menekankan pada ketertarikan fisik. Berhati-hatilah Anda dengan sikapnya yang manis, ia lebih berpengalaman dibandingkan Anda. Secara seksual, pria lebih tertarik kepada Anda yang belum menikah dan lebih muda, berhati-hatilah siapa tahu ia adalah pria yang tidak sehat secara seksual, jangan Anda jadi korban sebagai pelampiasan nafsu seksualnya.
  5. Bila Anda mempunyai niat menikah bersamanya, berarti Anda telah berjudi dengan hidup Anda, Anda telah menjual impian Anda dengan kebahagian Anda untuk selamanya. Anda telah menjual impian kebahagian hidup Anda dengan orang yang samasekali Anda tidak pernah tahu! Pernahkah Anda berpikir, kenapa ia menceraikan istrinya? Apa sebabnya ia bersedia menceraikan istrinya dan menikahi Anda? Bagaimana konflik sebelumnya antara mereka berdua? Apakah dapat dipercaya dengan semua yang ia katakannya? Apakah Anda yakin ia bukanlah seorang pemarah yang suka memukul istrinya? Kenapa ia tidak dapat mencintai istrinya? Bagaimana dengan Anda nantinya? Apakah suatu saat mereka akan kembali?
  6. Anda benar-benar mencintainya sehingga Anda bersedia dinikahi dibawahtangan, berarti Anda benar-benar buta dengan lingkungan sekeliling Anda. Anda harus mempertimbangkan status pernikahan Anda, istri kedua tidak mendapatkan pengakuan secara resmi secara pemerintahan, Anda tidak mendapatkan tunjangan gaji, kesehatan dan sebagainya, begitu juga dengan anak yang Anda lahirkan. Anda harus memikirkan masa depan Anda yang lebih bahagia bersama suami dan keluarga Anda, berapa waktu yang ia miliki untuk berada disamping Anda, dan berapa waktu untuk istri pertamanya? Jangan kalap! Pertimbangkan dahulu, jangan terlalu yakin terlebih dahulu.
  7. Bersiaplah Anda bakal kehilangan salah satu keluarga Anda! Tidak semua akan setuju bila Anda menikah pria yang telah beristri, paling tidak salah satu keluarga akan menentang Anda.
  8. Bila Anda menganggap harga diri Anda merupakan hal yang penting dalam hidup Anda, maka lebih baik jauhkan satu ini, Anda akan jadi bahan gunjingan ibu-ibu seluruh RT/RW

Nah, buat Anda yang telah memulai cinta Anda dengan mereka, secepatnya Anda mengubur harapan cinta Anda, tidak perlu ragu untuk mengakhiri hubungan cinta Anda dengan mereka. Masa depan Anda lebih penting dibandingkan dengan perasaan Anda sekarang ini yang sedang Anda pupuk sendiri untuk mencintai mereka. Bila Anda memang menyukai tipe-tipe pria yang pernah menikah, Anda dapat memilih mereka yang tinggal mati oleh istrinya. Kondisi Anda bakal berbeda…. :)

Untuk apapun alasannya, mencintai pria beristri bisa dibilang buang-buang waktu. Anda harus menyadari ada keluarga di ujung sana bisa tersakiti oleh kehadiran Anda. Coba bayangkan jika Anda berada di posisi istrinya, tentu sangat menyakitkan rasanya. Jika si dia terus berusaha mendekat, tunjukkan sikap tegas dan harga diri Anda. Masih ada kok, pria lajang di luar sana yang pantas dijadikan pasangan.

(adapted from : www.pikirdong.org)

3 Responses to “Benarkah pria beristri lebih menarik ?”

  1. Terimakasih ulasannya. Sangat menarik dan mudah2an membuka mata para wanita muda yang tertarik dengan pria beristri.

  2. Makasih…membuat ak bertambah yakin untuk mengakhiri hubunga semu ini…

  3. Makasih ya,
    smoga dg mbaca ini mata ak bisa trbuka & bisa brhnti mcintai dia.

Leave a Reply