April 29th, 2010 by catur

I am Great. I am Smart. And I am Qualified !


There is one need which is fundamental for a man, to be happy…it is for him to be loved and cherished by a woman.

Mengapa ada pribadi-pribadi yang memperoleh begitu banyak “kesenangan”¬† namun ia tidak menemukan “kebahagiaan” ?. Seseorang yang mempesonakan, apakah ia lelaki atau perempuan adalah seseorang yang bahagia. Oleh karenanya ia dapat memberikan kebahagiaan pada orang lain dan lingkungannya. Ia memberikan kebahagiaan pada setiap orang yang ia temui.
Sebenarnya, kebahagiaan mendalam adalah ketenangan jiwa. Dengan ketenangan jiwa, dapat membawa kita megarungi bahtera kehidupan dengan daya juang tak terpatahkan. Pribadi yang memiliki kebahagian bukan berarti ia tidak mempunyai masalah dan kesulitan hidup. Tetapi ia memiliki kekuatan, dimana jiwanya dapat menghadapi semua itu dengan ketenangan.
Sementara, pribadi yang tidak memiliki kebahagiaan adalah pribadi yang tidak tegas, terombang-ambing dengan perasaannya sendiri. Kadangkala mereka marah-marah, lalu kemudian menangis, serta terlalu banyak mengeluh.
Ketenangan jiwa dapat diperoleh dengan bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan. Mereka yang terus-menerus hidup dalam persaingan dan tidak dapat bersyukur maka tidak akan menemukan kebahagiaan mendalam.
Lalu, apa bedanya “kesenangan” dan “kebahagiaan” ?
Sesuatu yang memberikan kesenangan adalah yang dapat memberikan rasa nikmat pada pancaindera serta perasaan yang nikmat. Berhati-hatilah dengan kesenangan yang dapat menjerumuskan dan menjauhkan kita dari kebahagiaan yang sesungguhnya.
Sedangkan kebahagiaan, dapat diibaratkan dengan buah terbaik dari pohon yang dirawat dengan baik. Sesungguhnya kebahagian adalah pucuk yang berkembang menjadi buah dari perbuatan yang baik serta tindakan yang ksatria.

Happiness is the bud, the blossom and fruit of good and noble action. It is not gift of God. It must be earned“.


Salah satu unsur yang paling utama untuk mendapatkan kebahagiaan yang mendalam adalah kita harus menerima keadaan diri kita. Menyadari bahwa kita adalah manusia yang mulia namun tidak sempurna. Temukan kebahagiaan dari hal-hal yang sederhana, dari lingkungan sekitar kita. Mencari kebahagiaan, tidak ubahnya seperti berenang melawan arus. Kebahagiaan didapatkan dari perjuangan, usaha keras, dan hasil darinya adalah “kepercayaan pada diri sendiri adalah kebahagiaan yang mendalam”.

There cannot be emotional health in the absence of high moral standards and a sense of social responsibility.

Lelaki menghargai sikap wanita yang mendampinginya dalam suka dan duka, tetapi mereka tidak mendapatkan kebagahagiaan dari wanita yang tunduk padanya. Lelaki tertarik pada pribadi yang mempesona, pribadi yang mampu memberikan ketenangan jiwa dan kebahagiaan. Ia butuh pribadi yang mampu¬†memberikan kehangatan. Karena sesuatu yang sensasional hanyalah sejenak datang melanda…
Walau tampaknya lelaki begitu kuat, ia membutuhkan sosok yang dewasa dalam pemikiran dan tindakan, tetapi ia mempunyai cara yang kadangkala menyerupai gadis cilik yang mempesonakan. “She who is one day to become a mother is far a long while a child…
(diantara jakarta-jogja. i am impressed…)

Leave a Reply