May 25th, 2010 by catur

“Tell me and I will forget.

Show me and I may remember.

Involve me and I will understand” [Confucius]

Pembelajaran aktif (active learning) adalah proses belajar dimana mahasiswa mendapat kesempatan untuk lebih banyak melakukan aktivitas belajar, berupa hubungan interaktif dengan materi pelajaran sehingga terdorong untuk menyimpulkan pemahaman daripada hanya sekedar menerima pelajaran yang diberikan.

Dalam pembelajaran aktif terjadi aktivitas berbicara dan mendengar, menulis, membaca, dan refleksi yang menggiring ke arah pemaknaan mengenai isi pelajaran, ide-ide, dan berbagai hal yang berkaitan dengan satu topik yang sedang dipelajari. Dalam pembelajaran aktif, dosen lebih berperan sebagai fasilitator bukan pemberi ilmu.

 

Beberapa aktivitas pembelajaran khas yang terjadi di dalam pembelajaran aktif diantaranya adalah sbb:

  1. Pengamatan terhadap beberapa model atau contoh yang memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk melihat dan mengetahui.
  2. Refleksi yang dilakukan dengan cara mengungkapkan pengalaman kepada teman dan dosen potensial mengundang dialog di dalam kelas sehingga memungkinkan muncul pengalaman atau pengetahuan baru
  3. Pemecahan masalah yang disajikan memungkinkan mahasiswa berada di dalam kondisi higher-order thinking.
  4. Diskusi melatih mahasiswa untuk menganalisis, menilai, membandingkan, dan memecahkan masalah adalah metode belajar ko-operatif dan interaktif
  5. Self explanation adalah suatu proses menjelaskan mengenai pemahaman mahasiswa, baik kepada temannya maupun dosen memungkinkan terjadinya pemahaman yang lebih kuat.
  6. Vicarious learning yang diperoleh pada saat mahasiswa menyaksikan perdebatan mengenai topik tertentu.

 

Mengapa Pembelajaran Aktif ?

Meningkatnya kompleksitas kehidupan manusia telah banyak menyita waktu sehingga seringkali proses belajar cenderung dilakukan secara ’terlalu’ mekanis – dosen mengajar di depan kelas, mahasiswa mendengar dan mencatat. Di samping itu, bertambahnya stimulus di lingkungan mahasiswa pun menjadi salah satu distraktor bagi tercapainya efektivitas pembelajaran.

Banyak riset yang menunjukkan bahwa dibandingkan dengan pembelajaran tradisional (kuliah satu arah), pembelajaran aktif ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk dapat menyerap lebih banyak materi pelajaran, mengingat dan memahami lebih lama, dan yang terpenting adalah menyukai aktivitas belajar itu

sendiri. Mahasiswa harus melakukan hal yang lebih daripada sekedar mendengarkan. Dalam pembelajaran aktif, mahasiswa tidak belajar sendiri tetapi mereka dapat belajar dengan pendampingan guru selaku instruktur atau teman sekelasnya.

Leave a Reply