June 6th, 2010 by catur

Pernahkah Anda merenungkan bahwa kecerdasan anak sangat berhubungan dengan persoalan bahasa?

Kecerdasan Bahasa memuat kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata-kata, baik secara tertulis maupun lisan dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya.

Kecerdasan bahasa pada anak dapat menunjukkan sejauhmana kemampuan logika berpikirnya. Bila Anak pandai berbahasa, maka logika berpikirnya pun akan sebaik kecerdasan berbahasanya. Oleh karena itu sudah menjadi peran orangtua untuk mengembangkan kemampuan berbahasa batita Anda.

Menurut Dr Howard Gardner, yang dimaksud dengan kecerdasan berbahasa yaitu kecerdasan anak dalam mengolah kata. Contohnya, keterampilan yang dimiliki anak dalam menceritakan atau menggambarkan sesuatu dengan kata-kata. Kecerdasan bahasa termasuk di dalamnya kemampuan seorang anak dalam menggunakan bahasa dengan banyak variasi.

Anak-anak dengan kecerdasan bahasa yang tinggi, umumnya ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan suatu bahasa seperti: membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusun kata-kata mutiara, dan sebagainya. Anak-anak seperti ini juga cenderung memiliki daya ingat yang kuat misalnya terhadap nama-nama seseorang, istilah-istilah baru maupun hal-hal yang sifatnya detail. Mereka cenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi. Dalam hal penguasaan suatu bahasa baru, anak-anak ini umumnya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Gardner menegaskan, kecerdasan yang dimiliki seorang anak pada masa-masa awal pertumbuhannya sampai usia sekolah tidak bisa dibiarkan berkembang sendiri. Potensi tersebut masih harus dibantu oleh orang-orang terdekatnya beserta institusi sekolah. Dengan cara ini diharapkan tumbuh kembang anak dapat lebih berkembang dan muncul ke permukaan.

Seorang anak di bawah umur belum mengerti apa yang harus ia lakukan untuk memunculkan potensi yang ada pada dirinya. Stimulus yang diterima dari luar akan sangat membantu mengembangkan potensi kecerdasan pada diri anak. Stimulus semacam ini sangat berpengaruh kepada kemampuan kecerdasan berbahasa anak. Stimulus tersebut akan memengaruhi kemampuan otak anak dan akan bermuara pada keterampilan anak dalam mengolah kata-kata dan berbicara.

Sementara itu, kemampuan berbahasa anak yang lamban, biasanya terjadi bila anak jarang diajak komunikasi. Tanda-tandanya yaitu anak lebih sering berdiam diri dan tidak berbicara selama ia diajak berbicara oleh lingkungannya. Namun, biasanya anak dapat dinilai lemah dalam berbahasa ketika ia menginjak usia 5 atau 6 tahun. Karena, saat itu anak mulai memasuki bangku sekolah. Saat itulah anak dituntut untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan kawan-kawan lainnya.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak. Selain mengajak bicara, membaca cerita, dan menyanyi, Anda dapat bermain drama dengannya. Atau Anda dapat memasukkannya ke dalam aktivitas drama yang kerap digelar oleh sanggar kesenian anak.

Selain cara-cara di atas, untuk mengembangkan kecerdasan bahasanya, Anda dapat bercakap-cakap dengannya tidak hanya dengan satu bahasa. Karena bila anak pandai berbahasa, maka kemampuan logika berpikirnya pun akan berjalan baik. Yang perlu Anda ketahui, bahwa pandai berbahasa bukan berarti menguasai banyak bahasa, namun anak Anda mempunyai kemampuan dalam mengolah bahasa.

Untuk dapat menerapkan kemampuan multibahasa pada anak, sebaiknya Anda harus melihat kematangan anak Anda sendiri. Sekiranya anak Anda belum siap untuk menerima multibahasa, jangan memberikannya. Karena bila Anda memaksa dan menjejalkan anak dengan beragam bahasa tadi, maka hasilnya anak akan mengalami kebingungan bahasa.

Yang jelas bahasa pertama yang harus Anda ajarkan adalah bahasa ibu. Apabila dia sudah menguasai dengan benar satu bahasa utama, bahasa ibunya, maka Anda dapat menambahkan dengan belajar bahasa kedua, ketiga dan seterusnya.

disarikan dari berbagai sumber

Leave a Reply