October 15th, 2010 by catur

Kampanye ‘Sehari Tanpa Nasi’ atau ‘One Day No Rice’ yang dicanangkan pemerintah untuk mengurangi konsumsi beras masyarakat Indonesia dinilai tidak masuk akal. Sebab sulit bagi pemerintah menyediakan subtitusi makanan pokok baru pengganti beras.

Seperti diketahui pemerintah tengah mengkampanyekan mengurangi konsumsi nasi masyarakat dengan kampanye ‘Sehari Tanpa Nasi’ atau ‘One Day No Rice’. Di berbagai daerah gerakan ‘One Day No Rice’ sudah bergulir selama setahun ini seperti di NTT, NTB, Sulut, Maluku Utara, Sumatera.
Gerakan mengurangi makan nasi merupakan bagian upaya pemerintah mensukseskan diversifikasi pangan nasional. Hal ini agar ketergantungan pangan pada nasi/beras tidak terlalu tinggi sehingga stabilitas pangan bisa tetap terjaga. Pada era tahun 1950-60-an ketergantungan pangan masyarakat Indonesia pada nasi atau beras masih sebesar 53%, namun kini ketergantungan itu semakin tinggi hingga 92-95%.

Tuhan,
Kemanakah negeri-ku ?
Negeri yang “katanya” begitu KAYA ..
Negeri yang “dulu” swasembada beras ..
Negeri yang ”kelihatan” HIJAU …
Demikian miskinkah negeri ini…
Atau karena ketidakmampuanmu
Lalu kau paksa kami.
Biarlah kutanam padi
Pada sawah dan ladangku sendiri
Hingga suatu hari anak cucuku menikmati…

One Response to ““One Day No Rice” – is it a joke ?”

  1. We have to starting love gaplek, tiwul, and nasi jagung 😉
    C’mon… Look at the bright side
    *Sokwise* :p

Leave a Reply