September 22nd, 2010 by catur

Wahai anakku,
dalam setiap hela nafasku
selalu terselip sebait doa untuk mu.
Agar kelak…
kau hidup dalam kebahagiaan
dan penuh kesabaran.
Hingga saatnya nanti
kau raih cita-citamu.
Sungguh Tuhan maha mendengar semua impianmu.

Selamat ulang tahun….

June 12th, 2010 by catur

”Ya Allah, jadikanlah cinta ku padaMu lebih aku cintai daripada cinta pada diriku sendiri, keluargaku bahkan air yang sejuk (ketika ku sedang kehausan)”

Wahai anakku…
Ayah memahami apa yang saat ini engkau rasakan
Ayah mengerti bahwa sebenarnya engkau tak ingin berbuat begitu…

Ketahuilah anakku…
Saat kulihat lelap wajah lugumu, kutemukan damai disana
Saat kulihat senyum lesung pipitmu, selalu bangkitkan semangatku
Dan gelak tawamu, segarkan jiwa dan sirnakan lelahku

Anakku……..
Saat kucium wajah pulasmu luruh hatiku
Rasa sesal menyesak di dada
Kala hati tak mampu redam emosi

Nak…
Maafkan ayah jika buatmu sedih
Maafkan Ayah yang kadang egois
Maafkan Ayah yang tak merawatmu dengan sempurna

Ingatlah Anakku…….
Ayah kan selalu hadir untukmu
Ayah janji ada saat kau butuh
Ayah kan disampingmu saat kau sendiri
Ayah kan merawatmu kala kau sakit
Ayah janji mencintaimu di seluruh hidupku
Suatu saat nanti kau akan tahu besarnya cinta Ayahmu,
mungkin ini belum saatnya…

Ya Tuhanku…
saat ini aku menangis dihadapanMu
karena yakinku akan kebesaranMu…
KarenaMu-lah maka aku sanggup menjaganya

Karena ayah mencintaimu.

May 25th, 2010 by catur

How do we encourage a small child who becomes frustrated while trying to learn something. Are we harsh and judging? No. We offer kind encouraging words. Maybe we give hugs. We give the highest praise for the smallest bits of progress and effort. We give unconditional kindness and love. We don’t judge them harshly. We give them a wide berth for landing their ship successfully.

When we do this, what do we see? Positive results.

As you work with your child, don’t expect immediate success. Remember that children cannot learn when they feel that they are stupid. They often do not even try because they have learned that failure makes them feel bad. If they don’t try to learn, they cannot fail. You need to overcome these feelings and set them up to succeed at something. It’s kind of like priming a siphon-once they get started, you will be able to encourage them to continue to learn, though it may be a very slow process.

The next step is to have the intention to be kind, patient, accepting, and compassionate toward everyone. Have the intention of being kind to yourself.

The more patience and kindness you give to others, the more you will give to yourself. When you can do that you will be empowered to reach your goals and live with happiness!

May 25th, 2010 by catur

Menggunakan bahasa Inggris secara utuh berarti anak tidak hanya bisa mengerti apa yang dia baca dalam bahasa Inggris, tapi dia juga bisa memahami apa yang dia dengar, berbicara dan menuliskan gagasan-gagasannya dalam bahasa Inggris.Bahasa Inggris memang sebaiknya diajarkan sejak usia dini. Alasannya, otak anak masih plastis dan lentur, sehingga proses penyerapan bahasa lebih mulus. Lagi pula daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis.
Walaupun demikian pengajaran hendaknya dimulai ketika anak sudah mampu berkomunikasi dengan bahasa ibunya yaitu sekitar umur 4 tahun. Karena akan terlalu berat bagi anak apabila harus memepelajari lebih dari satu bahasa pada saat bersamaan. Mempelajari dua bahasa secara bersamaan hanya akan membuat anak bingung memilih bahasa mana yang akan digunakan. Kecuali apabila komunikasi dilakukan secara intensif dengan 2 orang yang berbeda. Misalnya Ibu berbicara dengan bahasa Indonesia dan Ayah berbicara dengan bahasa Inggris secara konsisten. Tidak saling tukar menukar bahasa.
Pengajaran bahasa Inggris dilakukan secara bertahap. Sama halnya dengan belajar bahasa Indonesia anak tidak langsung belajar berbicara, membaca dan menulis secara bersamaan. Sebelum bisa berbicara dalam bahasa indonesia anak harus mendengarkan terlebih dahulu bahasa Indonesia. Kalau dia tidak pernah mendengar bahasa tersebut, tidak mungkin dia dapat berbicara. Itu sebabnya biasanya anak yang tuli sejak lahir juga otomatis bisu karena dia tidak bisa mendengar sehingga tidak bisa menirukannya. Jadi pada intinya belajar bahasa apapun caranya sama.
Berikut adalah tahapan-tahapan dalam belajar Bahasa Inggris bagi anak:
1. Listening ( Mendengar)
Selain mendengar kita berbicara anak juga bisa belajar mendengar dengan cara dibacakan buku cerita dalam bahasa Inggris (silahkan lihat daftar perpustakaan digital yang ada disisi sebelah kanan blog ini), mendengar nyanyian sederhana ataupun dengan menonton TV dan VCD berbahasa Inggris.
Tapi untuk awal pilih yang kata-katanya sedikit dan sederhana.
2. Speaking ( Berbicara )
Setelah anak sering mendengar dalam bahasa Inggris, anak bisa di didorong untuk berbicara dalam kalimat-kalimat sederhana.  Terapkan waktu 30 menit sehari sebagai waktu keluarga untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Layaknya anak usia tahun baru memulai bicara, anak juga memulai berbicara dalam bahasa inggris hanya dengan satu kata misalkan car (mobil) ketika ingin mainan mobil-mobilannya. Lalu kembangkan menjadi kalimat-kalimat pendek, seperti i want car.
3. Reading ( Membaca)
Ada 2 metode umum mengajarkan anak belajar membaca dalam bahasa Inggris yaitu Whole Language Approach dan Phonic.
Whole Language Approach adalah suatu metode belajar membaca dengan menjadikan bahasa sebagai satu kesatuan tidak terpisah-pisah. Belajar membacanya juga sesuai dengan konteksnya. Metode ini lebih menekankan pada arti suatu kata. Contohnya ketika melihat kata cat (kucing) anak langsung diberitahu bahwa itu bacanya “ket” dan itu artinya kucing. Biasanya anak belajar membaca dengan sistem mengingat (memorize) kata yang sudah pernah disebutkan. Kelebihan metode ini adalah anak lebih cepat bisa membaca tapi akan kesulitan ketika harus menuliskan kata yang dimaksud terutama kata-kata yang cukup panjang.

Phonic adalah suatu metode belajar membaca melalui bunyi huruf dengan cara mengejanya satu persatu misalkan saja cat (kucing) berarti dibaca Keh-e-teh menjadi “ket”. Setiap kata diurai menjadi huruf-huruf. Karena belajar melalui mengeja maka anak memerlukan waktu lebih lama untuk bisa membaca. Tapi kelebihannya anak lebih mudah ketika harus menuliskan kata yang dia dengar.

Untuk memudahkan anak belajar membaca sebaiknya pilih buku-buku yang sesuai dengan tingkatannya. Misalkan anak yang baru mulai membaca, pilih buku-buku yang hanya terdiri dari satu kata misalkan halaman pertama ada gambar buah apel dan dibawahnya ada tulisan This is Apple. Setelah itu bisa dicoba dengan kata yang lain misalkan I like banana. Anda bisa membuat sendiri buku-buku seperti itu atau mendapatkannya melalui Reading A to Z.
3. Writing ( Membaca )
Ini adalah tahapan yang paling sulit dalam belajar bahasa Inggris karena ada banyak aturan yang harus dipatuhi. Biasanya orang Indonesia pasti akan kesulitan untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Sebenarnya bukan karena tidak bisa melainkan karena takut salah. Padahal kalaupun kita salah mengucapkan susunan beberapa kalimat ataupun salah tata bahasanya lawan bicara kita pasti akan mengerti. Tapi lain halnya dengan menulis, ketika kita melakukan banyak sekali kesalahan tata bahasa dan cara pengejaan bisa jadi orang yang membaca tulisan kita tidak mengerti apa yang kita tuliskan.
Karena ini relatif sulit, maka menulis menjadi tahapan terakhir. Jangan terburu-buru mengajarkan grammar atau menulis jika anak belum menguasai 3 tahap sebelumnya. Untuk mengajarkan Grammar sebaiknya dilakukan secara implisit melalui buku yang berisi kalimat-kalimat yang berpola sama. Misalkan saja apabila halaman pertama berisi kalimat past tense maka halaman-halaman berikutnya juga berpola past tense. Sehingga setelah beberapa kali pengulangan anak bisa mendapatkan gambaran kapan kalimat bentuk past tense itu digunakan.
Jika anak diajarkan grammar secara eksplisit yaitu melalui dengan penjelasan panjang lebar mengenai past tense lengkap dengan rumus yang harus dihapal maka anak akan kebingungan dan akhirnya malah merasa takut untuk menulis. Seperti juga ketika berbicara anak sebaiknya memulai dengan menulis satu kata, kemudian satu kalimat pendek, lalu satu kalimat panjang, terus satu paragraph dan seterusnya. Mungkin nanti tanpa anda sadari tiba-tiba anak sudah bisa menulis satu buku dalam bahasa Inggris.

 

 

Reference: daramaina.com
April 3rd, 2010 by catur

no tv

Semua dan setiap orang. Karena akibat buruk yang diberikan oleh TV tidak terbatas oleh usia, tingkat pendidikan, status sosial, keturunan dan suku bangsa. Semua lapisan masyarakat dapat terpengaruh dampak buruk dari TV, orangtua, anak-anak, si kaya ataupun si miskin, si pintar dan si bodoh, mereka dari latar belakang apa saja, tetap terkena dampak yang sama.

Dengan banyaknya bukti betapa TV bisa memberikan beragam dampak buruk, banyak keluarga sekarang membuat rumah mereka bebas-TV. Sangat penting untuk anak mempunyai kesempatan mempelajari dan mengalami langsung pengalaman hidup sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan yang mereka butukan untuk sukses di masa yang akan datang. Kalau menurut Anda hidup tanpa TV itu masih terlalu sulit, maka perlahan batasi dan awasi dengan saksama tontonan anak Anda sepanjang tahun.

read a book