September 17th, 2015 by catur

Bagian I. Membuat Email menggunakan Gmail

Siapa yang tidak kenal dengan Gmail. Pasti semua orang tahu akan email yang diusung oleh Google tersebut, karena selain cara membuat email gratis di Gmail terbilang mudah, akun tersebut juga dapat digunakan untuk mengirim berbagai kebutuhan melalui pesan email dan memudahkan anda untuk saling berbagi kepada sesama pengguna email di seluruh tanah air dan juga tentunya di seluruh dunia.

Tidak hanya sebagai pengiriman sebuah pesan berupa texting saja, namun banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan akun Gmail tersebut. Jika sudah memiliki akun di Gmail, Anda bisa memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di Google, seperti diantaranya blogger dan lain sebagainya.

Bagian II. Membuat Blog menggunakan WordPress

Blog adalah sebuah website yang memuat tulisan (posting) secara periodik. Blog disusun dengan menggunakan suatu CMS tertentu, misalnya yang paling popular adalah WordPress, Joomla, dan Blogspot. Blog punya fungsi yang beragam, mulai dari catatan harian (diary online) sampai untuk mempublikasikan sesuatu melalui internet.

Sekarang banyak sekali layanan untuk membuat blog secara gratis. Diantaranya adalah WordPress, Blogspot, Blog.Com, Blogsome, Multiply, dan Dagdigdug. Namun dalam tutorial ini akan dijelaskan mengenai cara membuat dan mengelola blog di wordpress .

Tutorial pembuatan email dan blog dapat diunduh disini.

Selamat mencoba :)

January 27th, 2014 by catur

Walaupun kita sudah memiliki bisnis ‘Offline’ sendiri, mempromosikan bisnis melalui internet tetap PENTING.
Karena hal ini yang akan membuat selangkah lebih maju daripada kompetitor. Bahkan juga bisa melipatgandakan
keuntungan bisnis kita. Mengapa begitu?

Karena internet memiliki kelebihan-kelebihan berikut ini:

1. Siap Sedia 24 Jam.
Tidak seperti praktek bisnis offline lainnya yang layanannya tergantung pada hari kerja dan jam kerja, web site selalu siap sedia 24 jam serta bisa diakses oleh pelanggan dari mana saja dan kapan saja.

2. Menjangkau Pangsa Pasar Yang Tertarget.
Melalui promosi online, bisa secara efektif memasarkan
bisnis berdasarkan pangsa pasar yang ditargetkan. Baik dari segi area, minat, kebutuhan pelanggan, bahasa, dan lain-lain.

3. Mengangkat Citra Bisnis Kita.
Dengan memiliki sebuah web site, citra (image) bisnis kita bisa terangkat. Walau bisnis pak yos tidak besar, tetapi melalui kehadiran secara online, citra bisnis kita akan terangkat dibandingkan kompetitor lain dan bisa bersaing dengan perusahaan besar.

4. Biaya Pemasaran Yang Lebih Efektif Dan Efisien.
Karena pemasaran melalui internet sangat tertarget dan biaya relatif lebih rendah dibanding pemasaran offline, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pemasarannya juga lebih efektif dan efisien.

5. ‘Memposisikan’ Bisnis Di Masa Depan!
Semakin hari, semakin banyak bisnis yang hadir secara online. Demikian juga kompetitor lainnya. Kalau tidak sekarang, kelak pun mereka akan menghadirkan bisnisnya melalui internet. Karena itu, kehadiran situs bisnis di internet, setidaknya telah menolong memposisikan bisnis di masa depan.

6. Mempermudah Dalam Membangun Hubungan Baik Dengan Pelanggan.
Karena internet adalah media yang interaktif, dengan
mudah menjalin komunikasi dan menjaga hubungan baik dengan
pelanggan. Baik itu melalui newsletter, kotak saran,
survey/polling, forum,dll. Kelebihan macam-macam perangkat
ini, Anda bisa melayani banyak pelanggan dalam satu waktu.
Lebih hemat waktu, tenaga dan biaya, bukan ?! :-)

7. Sistem Otomatisasi Yang Responsif.
Melalui sistem otomatisasi, web site bisa memberikan respon dengan cepat jika datang pesanan atau permintaan informasi bisnis yang lebih lengkap dari pelanggan. Di jaman yang serba instan ini, kecepatan layanan adalah kemutlakan, bukan?!

Sumber : Email dari Asian Brain IMC

March 8th, 2012 by catur

Saat ini, sektor teknologi komunikasi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat baik dari segi teknologi, struktur industri, nilai bisnis dan ekonomi, maupun dampaknya bagi kehidupan sosial. Secara sederhana dapat dikatakan adanya perubahan yang sangat mendasar yaitu dari analog menjadi digital.

Teknologi informasi mampu menggabungkan sifat-sifat teknologi telekomunikasi yang bersifat massif dengan teknologi komputer yang bersifat interaktif. Fenomena ini dikenal sebagai konvergensi. Konvergensi adalah bersatunya layanan telekomunikasi, teknologi informasi, dan penyiaran, dimana penyelenggaraan jasa telekomunikasi merupakan kegiatan penyediaan atau pelayanan jasa telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi melalui media apa aja, termasuk TV, siaran, radio dan multimedia.

Konvergensi mengarah pada penciptaan produk-produk yang aplikatif yang mampu melakukan fungsi audiovisual sekaligus komputasi. Maka tidak heran jika sekarang ini komputer dapat difungsikan sebagai pesawat televisi, atau telepon genggam dapat menerima suara, tulisan, data maupun gambar tiga dimensi. Itu hanya sedikit dari contoh nyata, bahwa semua aspek kehidupan, tanpa terasa tengah menggiring kita menuju ke platform yang satu, yaitu platform digital.

Kemajuan teknologi telah menjadikan fungsi teknologi informasi dan komunikasi menjadi konvergen sehingga kini muncul istilah ICT (Information and Communication Technology). Makin nyata, ICT dengan kemampuan multimedia telah merasuk dalam kehidupan kita dan semakin berpengaruh pada cara kita berkomunikasi, bekerja, berkreasi maupun mendapatkan informasi dan hiburan, dari manapun, tanpa dibatasi lagi oleh ruang dan waktu.

Internet dan telepon seluler memiliki peran penting sebagai medium untuk konvergensi multimedia saat ini.  Ponsel telah berevolusi menjadi perangkat pintar yang dapat melakukan berbagai fungsi tambahan. Telepon seluler tidak lagi hanya sebagai perangkat teknologi tetapi sudah menjadi media masa baru yang ke tujuh setelah media cetak, rekaman, film, radio, TV dan internet. Internet juga mempermudah setiap orang mencari dan mendapatkan informasi dalam beragam bentuk, dari gambar, teks, video dan juga suara.  Penggunaan teknologi digital membuat penggunaan format multimedia tersebut dapat dilakukan.

Konvergensi telah membuka celah untuk membuat profesi baru di dunia industri. Contohnya adalah peluang baru di dunia profesi jurnalistik online dan yang terkait dengannya akan makin terbuka lebar. Contoh lainnya adalah pada layanan pada sektor industri jasa dan konten yang akan marak seiring dengan penggunaan media konvergensi tersebut.

 

February 7th, 2011 by catur

Perkembangan teknologi informasi telah menempatkan informasi menjadi industri tersendiri. Informasi telah menjadi material yang strategis bagi setiap institusi atau perusahaan. Sehingga setiap institusi / perusahaan memerlukan unit pengolahan informasi tersendiri dengan menerapkan berbagai teknologi pengolahan informasinya.

Nilai informasi yang begitu penting dan strategis tersebut mengakibatkan serangan dan ancaman terhadap sistem dan arus informasi semakin meningkat. Tidak terhitung banyaknya alat-alat sadap tersembunyi yang digunakan untuk melakukan pemantauan transmisi telekomunikasi baik dalam dan luar negeri serta program-program aktif yang bersifat mengganggu bahkan merusak sistem informasi. Serta kegiatan lain yang biasa disebut intelijen komunikasi (communication intelligence, comint).

Sering sekali masalah keamanan terabaikan justru setelah semua peralatan dan infrastruktur pengaman terpasang. Bahkan pentingnya pengamanan baru disadari setelah terjadi bencana. Kerugian sebuah institusi / perusahaan yang diakibatkan dari sebuah serangan terhadap sistem informasi sangatlah besar, tetapi hal ini sangat sukar dideteksi, karena secara umum tidak akan diakui dengan berbagai alasan. Tanpa pengamanan database dalam sistem informasi yang baik penerapan teknologi sehebat apapun akan sangat membahayakan institusi / perusahaan itu sendiri.

Kebutuhan akan keamanan database timbul dari kebutuhan untuk melindungi data. Pertama, dari kehilangan dan kerusakan data. Kedua, adanya pihak yang tidak diijinkan hendak mengakses atau mengubah data. Permasalahan lainnya mencakup perlindungan data dari delay yang berlebihan pada saat mengakses atau menggunakan data, atau mengatasi gangguan Denial of Service. Kontrol akses selektif berdasarkan otorisasi keamanan dari level user dapat menjamin kerahasiaan tanpa batasan yang terlalu luas. Level dari kontrol akses ini menjamin rahasia informasi sensitif yang tidak akan tersedia untuk orang yang tidak diberi ijin, bahkan terhadap user umum yang memiliki akses terhadap informasi yang dibutuhkan, kadang-kadang pada tabel yang sama.

Pengamanan dengan firewall saja belum cukup untuk mengamankan data-data penting. Penyusup/cracker dapat melakukan penyusupan/eksploitasi keamanan dengan mempergunakan teknik tertentu, sehingga dapat mengakses data rahasia yang sebenarnya telah diamankan sehingga dapat memperoleh suatu informasi dengan cara langsung mengakses tabel database, kemudian memprosesnya dengan metode tertentu tanpa melalui program aplikasi. Apabila hal ini terjadi, maka sebaiknya data yang disimpan dalam database sebaiknya juga “diamankan” dengan mempergunakan teknik tertentu – misalnya enkripsi, sehingga walaupun data tersebut dapat diambil oleh orang yang tidak berhak, maka data tersebut tidak mempunyai arti karena dibutuhkan suatu cara untuk menerjemahkan isi data tersebut.

Dalam perancangan dan pembahasan sistem keamanan, lazimnya akan berhadapan pada pertimbangan yang dikenal dengan istilah segitiga CIA, yaitu:

1. Confidentiality, yaitu segala usaha yang berkaitan dengan pencegahan pengaksesan terhadap informasi yang dilakukan oleh pihak lain yang tidak berhak.
2. Integrity, yaitu sesuatu yang berkaitan dengan pencegahan dalam modifikasi informasi yang dilakukan oleh pihak lain yang tidak berhak.
3. Availability, yaitu pencegahan penguasaan informasi atau sumber daya oleh pihak lain yang tidak berhak.

Pendekatan tradisional pada keamanan komputer hanya berorientasi pada teknologi dan produk (hardware dan software). Dalam pendekatan ini, terdapat anggapan bahwa hanya sebagian orang saja yang harus mengerti dan bertanggungjawab dalam masalah kemanan. Di samping itu pihak manajemen menempatkan sekuriti komputer pada prioritas yang rendah. Pendekatan tradisional biasanya ditandai dengan ketidakmengertian pengguna atas pentingnya keikutsertaan mereka dalam membangun kemananan. Pengguna menganggap dengan membeli dan menggunakan produk-produk keamanan seperti firewall dan kriptografi dapat menjamin keamanan suatu sistem.

Pendekatan tradisional harus dihindari dalam membangun keamanan. Kenyataan membuktikan bahwa pengguna adalah mata rantai terlemah dalam rantai keamanan itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan pendekatan modern yang komprehensif, yang mengikutsertakan user, policy, manajemen, dan teknologi.

January 28th, 2011 by catur

Saat ini dunia bergerak cepat menuju terbentuknya masyarakat berbasis sains (science-based society), kegiatan bisnis berbasis ilmu pengetahuan (knowledge-based business enterprises), dan terwujudnya suatu budaya baru berlandaskan Ipteks.

Ketika dunia memasuki millenium ketiga, semua bangsa maju sepakat untuk menyatakan bahwa penguasaan Ipteks merupakan prasyarat dalam meraih kemakmuran. Teknologi, dalam kancah perekonomian global sudah dianggap sebagai investasi dominan dalam pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society) sangat diperlukan dalam mendorong terciptanya kemampuan teknologi suatu bangsa.

Pada saat ini terdapat kesenjangan yang cukup besar antara ketersediaan dan kebutuhan SDM TI (Teknologi Informasi) di Indonesia. Jawaban kunci untuk meningkatkan literasi dan juga meningkatkan kualitas pekerja di bidang TI adalah melalui pengembangan standar kompetensi dan pemberian sertifikasi bagi tenaga TI.

Definisi Standar Kompetensi

Konsep dasar Standar Kompetensi ditinjau dari segi etimologi terbentuk atas kata “Standar” dan “Kompetensi”‘. Kata “standar” diartikan sebagai ukuran atau patokan yang disepakati. Sedangkan kata “kompetensi” adalah kemampuan melaksanakan tugas-tugas di tempat kerja yang mencakup penerapan keterampilan yang didukung oleh pengetahuan dan sikap sesuai dengan kondisi yang disyaratkan. Dari pengertian kedua kata tersebut maka standar kompetensi diartikan sebagai suatu ukuran atau patokan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Standar kompetensi tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan. Dengan kata lain standar kompetensi meliputi faktor-faktor yang mendukung seperti pengetahuan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda.

Standar kompetensi merupakan rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas/pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan kriteria unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Standar dan sertifikasi dapat dilakukan oleh badan yang resmi dari pemerintah atau dapat juga mengikuti standar sertifikasi di industri, yang sering juga disebut vendor certification. Untuk contoh vendor certification, standar industri seperti sertifikat dari Microsoft atau Cisco merupakan standar sertifikasi yang diakui di seluruh dunia. Padahal standar ini dikeluarkan oleh perusahaan, bukan badan sertifikasi pemerintah.

Keuntungan sertifikasi

Standar kompetensi dan sertifikasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi begitu penting karena; Pertama, akan bermanfaat bagi industri dalam melakukan proses penerimaan atau pengangkatan tenaga; Kedua, standar kompetensi akan bermanfaat untuk mengembangkan SDM di bidang TI; Ketiga, dengan adanya standar kompetensi kerja yang sesuai dengan kebutuhan pengguna yaitu khususnya di dunia industri, akan mempermudah bagi lembaga pendidikan dalam mengembangkan standar kompetensi lulusannya.

Ada banyak keuntungan yang dapat menjadi alasan untuk mempertimbangkan mengambil sertifikasi TI. Salah satu yang utama tentu saja membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan. Sertifikat TI dapat meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja. Bagi mereka yang sudah bekerja di bidang TI, sertifikasi memberi cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. Dengan memiliki sebuah sertifikat TI yang diakui secara global, seorang profesional TI akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimilikinya. Ini karena melalui proses sertifikasi keterampilan yang dimiliki sudah mengalami validasi oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pemberi sertifikasi. Selain itu pengalaman mengikuti sertifikasi akan memberikan wawasan-wawasan baru yang mungkin tidak pernah ditemui pada saat mengikuti pendidikan formal atau dalam pekerjaan sehari-hari. Selain mampu memberikan jalan yang lebih mudah untuk menemukan pekerjaan di bidang TI, sertifikasi juga sapat membantu Anda meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja. Bahkan sertifikasi yang sudah diakui secara global ini mampu meningkatkan kompetensi Anda dengan tenaga-tenaga TI dari manca negara. Karena itu jangan heran jika sertifikasi yang telah Anda kantongi bisa lebih dihargai dibandingkan ijazah formal Anda.

Jenis sertifikasi

Pada dasarnya ada 2 jenis sertikasi yang umum dikenal di masyarakat:

  1. Sertifikasi akademik (sebetulnya tidak tepat disebut sertifikasi) yang memberikan gelar, Sarjana, Master dll
  2. Sertifikasi profesi. Yaitu suatu sertifikasi yang diberikan berdasarkan keahlian tertentu untuk profesi tertentu.

Sedangkan sertifikasi profesional pada dasarnya memiliki 3 model, yaitu :

  1. Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC)
  2. Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA(IS Auditing)
  3. Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat), VCAP (VMware), dll.

Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.

Siapakah yang memerlukan Sertifikasi TI ?

Beberapa bidang pekerjaan tertentu mensyaratkan kualifikasi dan kompetensi dalam menjalankan prosesnya. Permasalahannya adalah bagaimana employer dapat mengetahui bahwa SDM yang dicarinya berkualitas tanpa perlu ia membuang waktu dan tenaga untuk menguji satu-persatu calon karyawannya. Berikut ini adalah mereka yang memerlukan sertifikasi TI :

  1. Profesional ICT (operator, administrator, developer, engineer, specialist).
  2. Akademisi ICT (trainer, lecturer, instructor and teacher).
  3. Manager dan Supervisor ICT.
  4. Semua pihak yang terlibat dalam pengembangan TI dan telekomunikasi