September 26th, 2013 by catur

Dan diantara batas malam dan pagi
ku tak berada disana lagi
Namun ku selalu merindukan
suasana kala itu
keindahan, ketentraman, dan keramahan-mu.
Aku ingin kembali,
suatu hari nanti…

January 10th, 2012 by catur

Ijinkan aku untuk mengagumimu…
bersama tiap kenangan,
saat kau masih ada di sini.
Walau hanya dari kejauhan,
tanpa terlihat lagi olehku.

Ijinkan aku untuk mengenangmu….
bersama segenap kesejukan
yang menyelinap di setiap nadiku.
Aku mengagumimu….

January 10th, 2012 by catur

If one day you feel like crying,
call me…
I don’t promise…
that I will make you laugh.
But I can cry with you.

If one day you want to run away.
Don’t be afraid to call me.
I don’t promise…
to ask you stop.
But I can run with you.

If one day you don’t want to listen to anyone….
Call me….
I promise to be there for you.
And I promise to be very quiet.

But if one day you call me…
And there is no answer.
Come fast to see me.
Perhaps I need you.

September 15th, 2011 by catur

Ibu, semalam engkau datang menyambangiku,
setelah sekian waktu kita tak bertemu.
Ibu, adakah makna lain dari kedatanganmu
selain untuk memuaskan kerinduan anakmu.
Sesaat ku memandangmu dari kejauhan
hingga lenyap seluruh bayang-mu.
Hati ini sedikit syahdu.
Dan diantara malam dan pagi
hujan itu, kini turun lagi
menyegarkan setiap ingatan
bersama kenangan, saat kau masih ada di sini
Izinkan aku untuk mengagumimu
walau hanya dari kejauhan, tanpa terlihat lagi olehku.
Meski sesaat, segenap kesejukan menyelinap setiap nadiku
Aku mengagumimu….

August 20th, 2011 by catur
Aku cium aromanya perlahan. Harum, manis, sangat khas.
Aku teguk sedikit demi sedikit. Panas, pahit, manis.

Untuk secangkir kopi yang membakar lidahku saking panasnya, terima kasih sudah menemaniku.
Sudah cukup lama kita tak saling bicara.
Bahkan tak cukup waktu sepertinya untuk kita saling menyapa atau sekedar bertanya kabar.
Kau menghilang dan akupun pergi. Langkah kita terpisah. 

Barangkali memang layak kita menertawakan perjalanan kita yang lampau.
Seperti ada bayang keindahan yang sedang kita nikmati
yang tersembunyi dari balik kepekatannya yang kita cicipi.
Kita mulai berbicara soal hari esok, sebelum pagi menjelang.

Aroma tajam yang aku hirup meleburkan lelah-ku, seperti menguap bersama udara.
Kita saling melempar senyum dan memulai cerita tentang kita kembali.
Mengendap bersama ampas yang tersisa dari tiap sesap 
dan aroma yang telah kita seduh bersama.
Sengaja kita biarkan ia mengalir, meresap dan mengendurkan lelah 
dari rindu di antara kita.
Mengembalikan langkah kita yang terpisah.
Sejenak, dari secangkir kopi yang kunikmati sendiri malam ini bersama sunyi,
ku pencet huruf demi huruf TravelMate.
Memaksaku untuk tetap terjaga.
Menumpahkan semua ingatan tentang kita.
Menyulut rindu yang terpisah arah. Kemudian menguap.
Tapi  manis dan pahit masih melekat dan keharumannya pun masih tersisa.

Saya mampir sobat, menyusuri jejak secangkir kopimu semalam.
Secangkir kopi selalu memberi kehangatan.
Semoga secangkir kopimu dapat juga menghangatkan jiwamu.
Aku datang lagi dengan secangkir kopi pula
untuk menghimpun kembali jejak-jejak langkah tertunda.
Takkan kubiarkan semangat ini terhapus dari dalam hidupku.

Secangkir torajan coffee...
bantu aku terjaga malam ini.