November 11th, 2010 by catur

Ya Allah aku mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami, panjangkanlah umur kedua orang tuaku, sehatkanlah badan orang tuaku, angkat penyakit kedua orang tuaku dan sembuhkanlah seperti layaknya orang yang sehat, dan lindungilah kedua orang tuaku dari hal yang tidak kuinginkan.

Tiada daya dan upayaku hanya melainkan Engkau tempat ku meminta, tempat ku berteduh, tempat ku bernaung, tempat ku mengeluh, tempatku mengadu, tempatku segala-galanya. Amiiin.

September 1st, 2010 by catur

Amalan-amalan Yang Disyariatkan Pada 10 Malam Terakhir Di Bulan Ramadhan

“Carilah dengan segala daya upaya malam al qadr di malam-malam ganjil yang akhir dari bulan Ramadlan.”

Rasulullah SAW senantiasa bersungguh-sungguh dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir, tidak seperti dua puluh malam pertama. Sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Aisyah :

“Adalah Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan hal yang tidak beliau lakukan pada malam yang lainnya.” (HR. Muslim).

Para shahabat Rasulullah dan para salafus shaleh juga memuliakan sepuluh malam terakhir ini serta bersungguh-sungguh di dalamnya dengan memperbanyak amal kebai-kan, untuk itu dianjurkan secara syar’i kepada seluruh kaum muslimin untuk mencontoh Rasulullah SAW  dan para shahabatnya dalam menghidupkan malam-malam ini dengan beri’tikaf di masjid-masjid, shalat, istighfar, membaca Al-Qur’an serta berbagai ibadah lainnya, agar mendapatkan kemenangan berupa ampunan dan pembebasan dari api Neraka.

Dan disunnahkan bagi seorang muslim untuk memperbanyak do’a pada malam-malam tersebut karena do’a di waktu-waktu tersebut mustajab dan do’a yang diulang-ulang pada waktu tersebut adalah do’a yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bahwasanya  dia berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya mendapatkan lailatul qadr maka apa yang aku katakan?” Beliau bersabda: “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي   رواه الترمذي و ابن ماجه

“Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fuannii

(Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampum, mencintai ampunan (maaf) maka ampunilah aku).” (HSR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hendaknya bagi setiap muslim untuk bersungguh-sungguh dalam  beribadah  pada malam malam  ini,  sebab yang demikian  itu  adalah  kesempatan seumur  hidup  dan kesempatan itu tidak selalu ada.  Sesungguhnya Allah SWT  telah memberitahukan bahwa malam itu lebih mulia dari seribu bulan atau delapan puluh tiga tahun lebih.

Seandainya seseorang beribadah  kepada Allah   selama delapan puluh tiga tahun lebih, maka lailatul qadr lebih baik dari itu, dan hal tersebut merupakan keutamaan dan karunia yang sangat besar. Karunia apakah yang lebih besar dari hal itu.

Dan sangatlah merugi orang yang tidak sempat mendapatkan pahala di waktu-waktu mulia dan musim-musim maghfirah disebabkan kelalai-annya dan ketidak seriusannya dalam beribadah.

Tanda-tanda Lailatul Qadar

Para ulama berselisih pendapat tentang tanda-tanda datangnya lailatul qadar. Beberapa tanda yang dapat dilihat oleh mereka yang mendapatkannya, antara lain:

  1. Orang yang mendapati malam al qadar itu melihat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit bersujud kehadirat Allah.
  2. Orang yang mendapati malam itu melihat bahwa alam terang benderang, walaupun di tempat-tempat yang gelap sekalipun.
  3. Orang yang mendapat malam itu mendengar salam para malaikat dan tutur katanya.
  4. Orang yang mendapati malam itu diperkenankan segala do’anya.

Adapun pahala ibadat tetap diperoleh meskipun tanda-tanda tersebut tidak dapat dilihatnya. Sedangkan bagi mereka yang melihat tanda-tanda malam al qadar, hendaklah menyembunyikan dan terus berdo’a dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan khusyu’, dengan doa apa saja yang digemarinya, keduniaannya atau keakhiratannya, dan hendaknya ia berdo’a untuk akhiratnya lebih banyak dan lebih kuat dari pada untuk dunianya.

“ Barang siapa  yang bangun sebagai usaha untuk mendapat malam lailatul qadr, lalu ia benar-benar mendapatkannya, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.

Disarikan dari berbagai sumber

August 8th, 2010 by catur

In the name of Allah, the most Merciful, the most Kind

Ya Allah! For thee, let my breath be more pleasant than musk
Ya Allah! For thee, let me be thankful when day turns to dusk
My thoughts and heart are purified, my eyes truly see’
This blessed month, the month of spiritual rhapsody!

Ya Allah! For thee, my life I shall live!
Ya Allah! For thee, my soul I shall give!
In the name of Allah, the most Merciful, the most Kind,
Praise be to Allah, who sent Ramadan as a gift to mankind

August 8th, 2010 by catur

Adab-adab Berpuasa

  1. Bahwasanya wajib bagi seorang muslim untuk berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya`, sum’ah, taqlid kepada manusia, mengikuti keluarganya atau penduduk negerinya bahkan wajib baginya bahwa yang membawanya berpuasa adalah keimanannya bahwasanya Allah telah mewajibkan puasa tersebut kepadanya dan mengharap pahala di sisi-Nya dalam melaksanakan puasa tersebut. Demikian juga shalat malam di bulan Ramadhan (shalat tarawih), hendaklah bagi seorang muslim untuk mengerjakannya karena penuh keimanan dan mengharap pahala kepada-Nya, karena inilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala kepada Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa yang shalat di malam harinya (shalat tarawih) karena iman dan mengharap pahala kepada-Nya maka diampuni dosanya yang telah lalu dan barangsiapa yang shalat malam bertepatan dengan datangnya lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala kepada-Nya maka diampuni dosanya yang telah lalu.”
  2. Termasuk adab terpenting dalam berpuasa adalah membiasakan diri kita bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai dengan firman Allah:“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (Al-Baqarah:183). Sesuai pula dengan sabda Nabi:“Barangsiapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap amalan dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Al-Bukhariy)
  3. Menjauhi apa yang diharamkan Allah berupa kebohongan, mencela, mencaci, menipu, khianat, melihat sesuatu yang haram seperti melihat lawan jenisnya yang bukan mahramnya, mendengarkan hal yang haram seperti musik, nyanyian, mendengarkan ghibah, ucapan dusta dan sejenisnya, serta perbuatan haram lainnya yang harus dijauhi oleh orang yang sedang berpuasa dan selainnya, akan tetapi terhadap orang yang puasa lebih dikuatkan perintahnya.
  4. Memperbanyak shadaqah, amal kebaikan, berbuat baik kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan tatkala Jibril menjumpainya untuk bertadarrus Al-Qur`an. (HR. Al-Bukhariy)
  5. Makan sahur dan mengakhirkannya, sesuai sabda Nabi: “Makan sahurlah kalian karena di dalam sahur ada barakah.” (HR. Al-Bukhariy dan Muslim)
  6. Berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang sudah matang), jika tidak didapatkan boleh dengan tamr (kurma yang belum sampai ruthab), jika itupun tidak diperoleh maka dengan air, menyegerakan berbuka tatkala telah jelas benar tenggelamnya matahari, berdasarkan sabda Nabi: “Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa.”
June 14th, 2010 by catur

Selalu saja para pria yang dikatakan melecehkan wanita.  Tahukah kau wahai para wanita, betapa sering kalian melecehkan kami (para pria). Tak kau indahkan hak kami untuk menjaga pandangan. Kalian pamerkan aurat kalian di depan kami. Celana pendek sepaha, pakaian ketat yang  kekecilan, belum lagi tengtop yang acap kali terbuka…

Jika dengan menangis dapat meruntuhkan kesombongan ini,
jika dengan menangis dapat membuat jiwa yang gelisah menjadi tenang,
jika dengan menangis dapat menundukkan pandangan,
jika dengan menangis dapat mengetuk pintu Taubat dan Rahmat-Mu,
maka…ijinkan kami menangis ya Allah…

“…Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya….Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”